DAPUR KELUARGA DAN KESEHATAN: Fashion
Showing posts with label Fashion. Show all posts
Showing posts with label Fashion. Show all posts

Monday, April 9, 2018

Cara Membuat Jilbab Segitiga

Cara Membuat jilbab segitiga ?....
Mau bikin jilbab besar tapi irit bahan? bikin aja jilbab segitiga… kain yg dibutuhkan cuma 1,5 m x 1,5m aja… Jilbab ini lebarnya hampir sama seperti jilbab bundar selutut, padahal untuk membuat jilbab bundar selutut kain yang membutuhkan adalah 2,25 meter.
Jika kita andaikan harga kain yang kita gunakan adalah Rp. 20 ribu per meter, maka untuk membuat jilbab segitiga ini hanya memerlukan 1,5 meter atau Rp. 30 ribu aja… sedangkan untuk membuat jilbab bundar selutut diperlukan 2,25 meter atau Rp. 45 ribu. Jadi ada selisih 15 ribu dengan ukuran jilbab yang hampir sama…
Jilbab ini bagian depan berbentuk melingkar seperti jilbab bundar, panjangnya kira2 selutut bagi akhwat yang tingginya sekitar 150-160 cm. Adapun bagian belakang jilbab  berbentuk segitiga, panjangnya kurang lebih sebetis atau hampir semata kaki. Bagian samping jilbab sedikit lebih pendek tapi sudah bisa menutupi tangan.
Mau tau cara buatnya? Ikuti langkah2nya sebagai berikut :
1. Siapkan kain berbentuk persegi ukuran 150 cm x 150 cm.
2. Lalu gunting seperti yang ditandai garis putus2 pada gambar:
3. Kain jadi terdiri dari 2 potong, kita sebut saja bagian yg besar sebagai bagian 1 dan bagian segitiga sebagai bagian 2.
4. Lipat bagian 1 jadi dua seperti pada gambar & jahit seperti yang ditandai pada gambar (garis putus2 hijau), dan sisakan kira2 25 cm untuk lingkar wajah.
5. Hasilnya bila dibuka akan tampak seperti pada gambar:
6. Lalu jahit tepi lingkar wajahnya sebagaimana gambar dibawah:
7. Tempelkan bagian 1 dengan bagian 2 seperti pada gambar, lalu gunting bagian tepinya bentuk melingkar seperti pada gambar, lalu jahit bagian 1 dengan bagian 2 seperti garis putus-putus hijau pada gambar:
8. Sehingga hasilnya:
Catatan: ana sarankan gunakan kain polos yang seratnya tidak terlalu kelihatan, karena kalau serat kainnya terlihat nanti hasil sambungan bagian 1 dan bagian 2 akan terlihat belang.
9. Finishingnya tinggal bagian bawahnya di neci dan… selesai!
hasilnya jika dipakai akan tampak seperti dibawah ini:
Jilbab ini tanpa penutup jidat… cara memakainya adalah dengan melipat dua sisi bagian kepala kedalam… Tapi bagi yang ingin memakai penutup jidat bisa juga ditambahkan dengan cara seperti pada cara membuat jilbab bundar di postingan terdahulu..
Selamat mencoba… semoga Alloh memudahkan…








Tuesday, March 6, 2018

Pola Dasar jubah akhwat

Pola Dasar Jubah Akhwat
Cara Mengukur
Sebelum membuat pola jubah/gamis akhwat terlebih dahulu kita melakukan pengukuran. Sebelum mengukur ikatkan seutas tali yang lemas di sekeliling pinggang. Lingkaran tali di sekeliling pinggang tersebut akan menjadi patokan yang dapat membantu proses pengukuran bagian tertentu, misalnya lingkar pinggang, permulaan panjang rok, dan sebagainya.
Ukuran yang diperlukan :
Lingkar badan : diukur pada bagian badan belakang, melalui ketiak hingga melingkari payudara, diambil angka pertemuan meteran dalam keadaan pas. Tambahkan 4 cm pada hasil ukurannya.
Lingkar leher : diukur keliling leher, diambil angka pertemuan meteran pada lekuk leher depan bagian bawah.
Lingkar pinggang : diukur pada bagian pinggang , diambil angka pertemuan meteran dalam keadaan pas. Tambahkan 4 cm pada hasil ukurannya.
Lingkar pinggul : diukur bagian pinggul yang terbesar, dari ukuran pas ditambah kurang lebih 4 cm
Lebar bahu : diukur dari batas leher sampai bagian bahu yang terendah (pangkal lengan)
Panjang dada : diukur dari titik C ke bawah sampai dengan batas pinggang
Lebar dada : dibawah lekuk leher turun 5 cm, diukur mendatar dari kerung lengan sebelah kiri sampai kerung lengan sebelah kanan
Panjang punggung : diukur pada bagian punggung, dari ruas tulang leher yang menonjol di pangkal leher, turun ke bawah sampai batas pinggang bagian belakang
Lebar punggung :dari ruas tulang leher turun kurang lebih 8 cm, diukur dari kerung lengan sebelah kiri sampai kerung lengan sebelah kanan
Panjang sisi : diukur dari lengan ke bawah sampai dengan batas pinggang
Panjang jubah : diukur dari leher ke bawah sampai kaki
Tinggi pinggul : diukur dari pinggul yang terbesar ke atas sampai pinggang
Lingkar kerung lengan : diukur pada keliling kerung lengan dalam keadaan pas, tambahkan 4 cm pada hasil ukurannya
Panjang lengan : diukur dari ujung bahu/ pangkal lengan ke bawah, sampai kurang lebih 2 cm di bawah ruas pergelangan tangan atau sepanjang yang diinginkan.
Lingkar pergelangan : diukur pada keliliing ujung lengan ditambah 4 cm pada pengukurannya
Lingkar siku : diukur pada keliling siku ditambah 10 cm pada pengukurannya
Panjang siku : diukur dari ujung bahu/ pangkal lengan ke bawah sampai siku
Daftar ukuran standart
Untuk membuat jubah yang sesuai dengan ukuran badan masing-masing memang diperlukan pengukuran sendiri seperti cara di atas. Namun jika ukhti tidak bisa melakukan pengukuran sendiri, maka ukhti bisa menggunakan ukuran standar di bawah ini :
Tabel Ukuran Standart
Diantara syarat pakaian muslimah yang syar’i adalah tidak dimaksudkan sebagai perhiasan, maka hal-hal dalam memilih kain yang harus diperhatikan dalam membuat jubah syar’i adalah :
Memanjangkan jubah sampai menutup kaki karena kaki wanita muslimah adalah aurat (para ulama khilaf tentang darimana memanjangkan pakaian wanita sejengkal ataupun sehasta, ada yang berpendapat dipanjangkan dari pertengahan betis, ada juga yang berpendapat dari mata kaki dan ada juga dari telapak kaki. Wallohu A’lam)
Memilih kain yang polos atau tidak bermotif
Memilih kain yang tidak menerawang / transparan
Memilih warna yang tidak mencolok
Jubah tidak diberi hiasan-hiasan seperti bordir, renda, dll
Pola dasar Jubah akhwat
Berikut ini adalah teori membuat pola dasar jubah akhwat. Pola terdiri dari pola jubah bagian depan, pola jubah bagian belakang dan pola lengan.
Ukuran yang ana pakai adalah ukuran standar M.
Adapun ukurannya adalah sebagai berikut :



Lingkar badan : 90
Lingkar leher : 36
Lingkar pinggang : 72
Lingkar pinggul : 96
Lebar bahu : 12,5
Panjang dada : 33
Lebar dada : 33
Panjang punggung : 37
Lebar punggung : 35
Panjang sisi : 17
Panjang jubah : 130
Tinggi pinggul : 18
Lingkar kerung lengan = 44
Panjang lengan = 55
Panjang siku 30
Lingkar siku = 30
Lingkar pergelangan = 20
Pola depan :
Pola Depan
A-B : 1/6 lingkar leher + ½ cm
A-C : 1/6 lingkar leher +2 cm
Hubungkan titik B-C dengan garis putus-putus menjadi kerung leher awal
B-D : lebar bahu
D-E : 3 1/2 cm
B-E = BD
C-F = panjang dada
F-G = panjang sisi
C-H = ½ C-G
H-I = ½ lebar dada
G-J = ¼ lingkar badan + 1 cm
Hubungkan titik E – I –J dengan garis putus-putus menjadi kerung lengan badan depan awal
F–K = ¼ lingkar pinggang + 4
F-F’ = turun 1 ½ cm
F’-L = tinggi pinggul
A-N = panjang jubah
L–M = ¼ lingkar pinggul + 1 cm
N-O = L-M
O-P = 3 cm
Titik P naik 1 ½ cm
P-P’ = 12 cm
B-B’ = 2
C-Q = 3
Q-Q’ = 2
Hubungkan titik B’-Q’ menjadi kerung leher jubah
E-E’ naik 1 cm
B’-E’ = lebar bahu
J-J’ = 3
Hubungkan E’J’ sebagai kerung lengan badan depan jubah
Tarik garis lurus J’-P’
Pola belakang
Pola Belakang
A-B= 1/6 lingkar leher + ½ cm
A-C = turun 2 cm
Hubungkan B-C sebagai kerung leher
B-D= lebar bahu
D-E= turun 3 ½ cm
B-E= B-D
C-F= panjang punggung
F-G = panjang sisi
C-H = ½ C-G
H-I = ½ lebar punggung
G-J = ¼ lingkar badan -1 cm
F-K = 1/4 Lingkar pinggang +2
Hubungkan E-I-J sebagai kerung lengan
A-N = panjang jubah – 1 cm sampai 1 ½ cm
F-F’ = turun 1 ½ cm
F’-L = tinggi pinggul
L-M = ¼ lingkar pinggul – 1 cm
N-O = L-M
O-P = 3 cm
P naik 1 ½ cm
B-B’ = 2 cm
C-C’ = 2 cm
Hubungkan titik B’-C’
E-E’ naik 1 cm
B’-E’ = panjang bahu
J-J’ = 3 cm
Hubungkan titik E’-J’
P-P’ = 8 cm
Hubungkan titik J’-P’
Pola lengan :
Pola Lengan
A-B = ¼ lingkar kerung lengan + 1 ½ sampai 2 ½
A-E= Panjang siku
A-F = panjang lengan
A-D = A-C = ½ lingkar kerung lengan
Kerung lengan atas
A-D dibagi 4 bagian yang sama
Titik N naik 1 ½ cm dan titik P turun 1 ½ cm
Garis yang menghubungkan titik A-N-O-P-D adalah kerung lengan depan
Kerung lengan belakang
A-C dibagi 3 bagian yang sama besar
L-M = naik 2 cm
R = turun ½ cm
Garis yang menghubungkan titik A-M-K-R-C adalah kerung lengan belakang
E-I = E-J = ½ lingkar siku
F-G = F-H = ½ lingkar pergelangan
Hubungkan titik C-I-G dan titik D-J-H



Demikian cara membuat pola dasar jubah akhwat. Adapun untuk membuat jubah dengan berbagai model maka ukhti bisa mengembangkan sendiri pola tersebut.
Untuk latihan, bisa buat pola yang sederhana seperti : jubah anak. Langkah-langkahnya ada di [link ini].
Selamat mencoba…




Tuesday, October 16, 2012

Cara Membuat Pola & Menjahit Cadar Kotak 2 lapis

Cara Membuat Pola & Menjahit Cadar Kotak 2 Lapis

بسم الله الرحمٰن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد

Diantara cadar yang banyak dipakai oleh akhowat dan banyak dijual di pasaran adalah cadar kotak. Cadar ini menurut ana nyaman dipakai karena lebih rekat dan bisa menutupi jidat/dahi, dan pada model cadar kotak ini ana tambahkan kerutan/lipit di bagian hidung untuk lebih memudahkan bernafas.

Cadar kotak terdiri dari dua lapis kain, yaitu lapisan untuk penutup wajah dan lapisan kepala. Cadar kotak bisa juga dilengkapi dengan purdah (kain yang agak transparan untuk menutupi bagian mata) sehingga terdiri dari tiga lapis. Tapi untuk kesempatan kali ini ana akan sharing cara membuat cadar kotak dua lapis tanpa purdah terlebih dahulu. InsyaAlloh kalau ada kesempatan, ana akan share cara membuatkan cadar kotak yang dilengkapi dengan purdah atau model cadar lainnya.

Adapun kain yang dibutuhkan untuk membuat cadar kotak dua lapis adalah 112 x 54 cm, beli aja kain sekitar 60 cm baik yang lebarnya 115 cm atau 150 cm, keduanya cukup untuk bikin cadar ini. Kalau bisa jenis kain & warnanya disamakan dengan jilbabnya, sehingga bisa matching ketika dipakai.

Berikut ini langkah-langkah membuat cadar kotak:

[1] Potong kain berbentuk persegi  dengan ukuran sebagai berikut :

—-Lapisan kepala :

—-panjang = 67 cm

—-lebar = 54 cm (lihat gambar 1)

—-Lapisan wajah :

—-panjang = 45 cm

—-lebar = 42 cm (lihat gambar 2)

Gambar 1, 2, 3 & 4

[2] Setelah dipotong, lalu bagian samping dan bawah kain dineci seperti gambar 3 dan gambar 4.

[3] Gunting bagian tengah atas lapisan wajah yang ditandai pada garis putus2 pada gambar 5, hasilnya dapat dilihat seperti gambar 6.

[4] Bagian yang digunting tersebut dilipit/wiru atau di kerut sehingga panjang menjadi 22 cm sebagaimana gambar 7.

[5] Potong kain panjang 22 cm dan lebar kurang lebih 1,5 cm seperti pada gambar 8.

[6] Jahit dengan bagian yang dilipit tersebut sebagai plisir seperti pada gambar 9.

Gambar 5, 6, 7, 8 & 9

[7] Susun lapisan kepala dan lapisan wajah sebagaimana gambar 10 (lapisan wajah diletakkan agak ke bawah yaitu 6,5 cm dibawah lapisan kepala).

[8] Bagian atas lapisan kepala kemudian dilipat kedalam sepanjang 3,5  cm lalu dijahit dengan bagian pinggir lapisan wajah yang tidak dilipit. Sedangkan bagian tengah yang dilipit tidak ikut dijahit karena sebagai lubang untuk mata. Hasilnya dapat dilihat sebagaimana gambar 11.

[9] Pasang perekat (kretekan) dibagian tepi atas lapisan kepala sebagaimana pada kotak abu-abu dalam gambar 12, dan yang perlu diperhatikan dalam cara memasangnya adalah perekat sebelah kiri dipasang berlawanan arah dengan perekat sebelah kanan; perekat sebelah kanan menghadap ke dalam dan perekat kiri menghadap ke luar, dan… selesai.

Gambar 10, 11 & 12

[10] Hasilnya kurang lebih seperti gambar 13 berikut ini:

Gambar 13

Mudah bukan..!? Selamat mencoba..!!

Cara Memakainya

Pegang kedua ujung cadar, bagian wajah mengahadap ke dalam, lalu dipaskan ke mata.

Setelah itu lingkarkan ke kepala dan direkatkan perekatnya satu sama lain.

Lalu bagian kepala disibakkan ke belakang sehingga seperti pada gambar 13.

Akhir kata, ana nasehatkan kepada akhowat yang telah mengenakan cadar ataupun yang berkeinginan mengenakannya agar banyak-banyak bersabar dalam mengenakannya, karena orang yang mengamalkannya -sedikit atau banyak- akan diuji, baik dengan ejekan/olok-olok dari sebagian orang-orang yang belum memahami syariat ini… dengan ejekan seperti “ninja”, “setan”, “ekstreem”, “teroris”, dan seterusnya… Wallohul Musta’aan.

Karena sesungguhnya orang yang mengamalkan sunnah di zaman dimana sunnah dianggap bid’ah dan bid’ah dianggap sunnah adalah seperti orang yang menggengam bara api, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam:

يأتي على الناس زمان الصابر فيهم على دينه كالقابض على الجمر

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, dimana orang yang bersabar dalam mengamalkan agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” [HR. at-Tirmidzi 2/42, Ibnu Baththoh dalam al-Ibanah 1/173/2, dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 957]

Bersabarlah, insyaAlloh ejekan2 itu hanyalah sementara… kita doakan pada kaum kita tsb sebagaimana yang doa seorang Nabi yang diuji dengan ujian berupa dipukili oleh kaumnya (alhamdulillah ujian memakai cadar tidak sampai separah itu), lalu sambil mengusap darah di wajahnya iapun berdoa:

اللهمَّ اغفر لقومي فإنهم لا يعلمُون

“Ya Alloh, ampunilah kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”





Cara Membuat Cadar Kotak 3 lapis berpurdah( 3 layer niqap)

Cara Membuat Cadar Kotak 3 Lapis Berpurdah (3 Layer Niqab)

Oleh: Ummu Shofiyyah al-Balitariyyah

Segala puji bagi Alloh yang telah menurunkan syari’at hijab bagi kaum muslimah, agar dengannya mereka dapat menjaga aurat dan kehormatan mereka. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Rosululloh yang diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam, dan keluarga beliau, serta para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka sampai hari kiamat kelak. Amma ba’du:

Melanjutkan praktek membuat cadar kotak yang telah lalu, sekarang ana akan share cara membuat cadar kotak tiga lapis (dengan lapisan purdah) atau biasa disebut 3-layer niqab oleh para akhwat yang berasal dari negara-negara barat.

Cadar berpurdah ini banyak dipakai oleh para akhwat Salafiyyat, terutama di negeri-negeri Arab. Adapun di Indonesia, masih jarang yang memakainya, biasanya dipakai para akhwat di pondok-pondok pesantren bermanhaj Salaf. Dan juga kelihatannya masih ada akhwat maupun ikhwan yang sudah ngaji yang masih “alergi” dengan cadar apalagi purdah ini karena dianggap “menyeramkan” dan lain sebagainya, Allohul Musta’aan…

Baiklah, kita mulai praktek membuat cadar 3 lapis ini…

Cadar ini terdiri dari tiga lapis kain, lapisan kepala, lapisan wajah dan lapisan purdah.

Adapun langkah-langkah membuat cadar ini adalah sebagaimana pada berikut :

[1] Ikuti langkah 1 sampai 6 (gambar 1 sampai 9) pada cara membuat cadar kotak dua lapis yang telah lalu. Kain untuk lapisan wajah dan lapisan kepala yang dibutuhkan adalah sama seperti yang telah lalu :

Lapisan kepala : panjang = 67 cm; lebar = 54 cm

Lapisan wajah : panjang = 45 cm; lebar = 42 cm

Gambar 1, 2, 3 & 4

*** ummushofi.wordpress.com ***

Gambar 5, 6, 7, 8 & 9

[2] Adapun untuk lapisan purdah kain yang dibutuhkan adalah jenis kain yang transparan, biasanya ana memakai bahan Sifon, dengan ukuran sebagai berikut :

___Panjang = 55 cm; Lebar = 42 cm

Sebagaimana lapisan kepala & wajah, bagian bawah dan samping lapisan purdah ini dineci juga, seperti pada gambar di bawah ini:

Lapisan Purdah

[3] Selanjutnya susun lapisan kepala, lapisan purdah dan lapisan wajah sebagaimana pada gambar 10. Lapisan kepala di bagian bawah, lalu lapisan purdah di bagian tengah dan lapisan wajah diletakkan paling atas. Seperti cara yang telah lalu, lapisan wajah dan lapisan purdah diletakkan agak ke bawah yaitu 6,5 cm di bawah lapisan kepala.

Gambar 10, 11 & 12

___Keterangan:

____ . _ . _   = Lipat

___——— = Gunting / potong

[4] Bagian atas lapisan kepala kemudian dilipat kedalam sepanjang 3,5  cm lalu dijahit dengan lapisan purdah dan bagian pinggir lapisan wajah yang tidak dilipit. Sedangkan bagian tengah yang dilipit tidak ikut dijahit karena sebagai lubang untuk mata. Hasilnya dapat dilihat sebagaimana gambar 11.

[5] Pasang perekat (kretekan) dibagian tepi atas lapisan kepala sebagaimana pada kotak abu-abu dalam gambar 12, dan yang perlu diperhatikan dalam cara memasangnya adalah perekat sebelah kiri dipasang berlawanan arah dengan perekat sebelah kanan; perekat sebelah kanan menghadap ke dalam dan perekat kiri menghadap ke luar, dan… selesai.

Hasilnya kurang lebih seperti gambar berikut:

Cadar 3 Lapis (3 Layer Niqab)

Cara memakainya :

Sama persis dengan cadar kotak biasa, bagian lubang mata dipaskan ke mata, lalu kedua ujung perekat (kretekan) dilingkarkan ke kepala dan direkatkan di bagian belakang, lalu kain lapisan kepala disibakkan ke atas & lapisan purdahnya tidak disibakkan ke atas.

Semoga bermanfaat..!!

_______________






Cara membuat jilbab bundar

Alloh berfirman dalam surat Al-Ahzab : 59 :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Terkadang seorang akhwat yang terbiasa menggunakan jilbab besar agak kesulitan mencari jilbab yang sesuai dengan yang diinginkan karena jarang ada toko yang menjualya atau ada tapi jauh atau kebanyakan yang dijual adalah jilbab yang kecil atau ada hiasannya atau.. atau.. wa ila akhirihi…

Sehingga dalam kondisi seperti itu perlu bagi seorang akhwat untuk bisa membuat pakaiannya sendiri.

Membuat jilbab sendiri sebenarnya tidak sulit dan lebih hemat biaya. Berikut ini kami akan menguraikan cara membuat jilbab bundar. Kain yang dibutuhkan adalah kain yang lebarnya 1,5 m sepanjang 2,5 m. Jilbab dengan ukuran ini bila dipakai oleh akhowat yang tinggi badannya sekitar 150 cm panjangnya hampir mencapai mata kaki. kalau mau dikecilkan tinggal disesuaikan ukuran lebar dan panjangnya, tapi kalau mau lebih besar lagi harus mencari kain yang lebarnya lebih dari 1,5 m.

Caranya adalah sebagai berikut :

Bentangkan kain yang lebarnya 1,5 m panjang 2,5 m (gambar 1). Lalu lipat kain menjadi 2 bagian yang sama panjang (gambar 2).

Potong kain secara melengkung seperti pada gambar 3 (tanda garis putus-putus), sehingga menjadi seperti gambar 4.

Jahit bagian tepi seperti pada gambar 5 (tanda garis putus-putus). Bagian tepi tidak dijahit semuanya, tetapi disisakan bagian atas untuk wajah (yaitu ukuran lingkar wajah dibagi dua).

Untuk membuat penutup dahi gunakan sisa kain yang ada. Caranya ukur lebar dahi dan tinggi dahi, lalu lipat kain sisa dan potong elips dengan panjang sama dengan lebar dahi dan lebar sama dengan tinggi dahi seperti gambar 6. Kalau dibuka lipatannya, hasilnya seperti gambar 7.

Lalu tempelkan penutup dahi di bagian dalam jilbab, jahit lingkar muka bersamaan dengan penutup dahi seperti gambar 8.

Kain penutup dahi akan menyisakan kain di bagian atas, bagian ini sebaiknya di-obras (biasanya di toko alat2 jahit). Lalu bagian bawah jilbab di-neci (ini juga biasanya di toko alat2 jahit). Sehingga hasil akhirnya seperti gambar 9.

Untuk kain sisa tadi sebenarnya masih bisa untuk dibuat cadar, tapi agak susah menjelaskannya, mungkin lain kali…

Selamat mencoba!!




Saturday, March 17, 2012

Membuat bros dari manik pasir

Free Tutorial cara membuat bros bunga dari manik pasir
saya memebuat tutorial ini sebagai salah satu bagian dari materi di kelas membuat aksesoris di BLKI, bros ini adalah materi yang cukup mudah untuk di pelajari. maka dari itu saya menaruh materi ini di awal dari semua materi bros yang di pelajari di sana.

semoga bisa berguna juga buat teman2 yang mampir ke blog ini

Bismillahirohman Nirohhim

Yuks kita lihat cara membuatnya

Bahan2 yang di gunakan

1.  Sarangan Bros ukuran 2cm, sarangan dengan atau tanpa klep.
2.  Manik2 mutiara sintetis ukuran 8mm
3.  Manik2 mutiara sintetis ukuran 6mm
4.  Kawat ukuran 0.4mm
5.  Tang
6.  Manik pasir/payet
7.  Meteran/penggaris
8.  Lem merek alteco jika di perlukan

langkah-langkahnya:

Langkah 1

Potong kawat sepanjang 30-40cm.Masukan kawat dari bagian bawah sarangan bros,sisakan 3-2,5 cm di bawah sarangan.kawat di masukan ke lobang di baris ke 2 dari sarangan.

Tahan sisa kawat yang kita sisakan di bawah sarangan dengan jari,kemudian mulai  menjahit kawat ke lobang terdekat, ketika posisi kawat sudah berada di bawah sarangan masukan kembali kawat ke lubang pertama tempat kita memasukan kawat pertama kali.pilin sisa kawat yang berada di bawah sarangan agar posisi kawat tidak longgar, maka kemudian kita siap untuk menjahit manik2.

Langkah ke 2

Mulai membuat kelopak bunga dengan cara masukan manik2 pasir melalui ujung kawat sepanjang 3.5cm-4cm.setelah itu masukan kawat ke lobang ke tiga di baris yang sama (lihat gambar di atas). setalah kawat berada di bawah sarangan bros tarik kembali kawat ke atas sarangan melalui lubang diantaranya yang belum terisi manik pasir.kemudian Mulai mengisi manik pasir kembali, dengan cara yang sama.

Langkah ke 3

setelah langkah kedua berhasil dilakukan, ulangi langkah tsb sampai seluruh lobang di baris yang di gunakan terisi penuh kelopak  manik2 pasir yang akhirnya kelopak2 tsb akan membentuk bunga pasir.

nah...seperti ini maksudnya.... : )

langkah ke 4

Setelah kelopak bunga terbentuk sempurna. Maka saatnya mem kita buat putik bunga dengan cara mengisi bagian tengah dari sarangan bros.caranya posisikan kawat di salah satu lubang yang masih kosong di baris ke 3, jahit manik2 mutiara jeruk sintetis ukuran 10mm di tengah sarangan bros,kita lakukan itu agar aksentuasi putik bunganya terlihat lebih cantik. kemudian isi sekeliling dari lubang yang tersisa dengan manik2 mutiara sintetis ukuran 6mm.lakukan terus hingga tidak terisa lubang kosong di dalam sarangan.

nah ... kaya gini deh jadinya...mudah dan sangat simple kan.

Langkah ke 5

langkah terakhir ... adalah memasang bagian belakang bros alias penitinya. FYI, tuk teman2 yang biasa menggunakan sarangan bros dengan klep, itu mudah bgt tinggal mengunci klepdan sarangan dengan tang datar di belakang bros.
Sedangkan jikan teman2 tidak mendapatkan sarangan bros yang dengan penutup ber klep. Jangan panik...cukup gunakan bantuan lem untuk mengunci sarangan dengan penitinya.
Lem yang di gunakan lem apa? bisa lem tembak...atau lem besi. tuk lem besi dengnan catatan ... menggunakannya harus hati2 (karena kalau kena tangan bisa bahaya lho!)...mengelem nya dengan sabar bgt.
maksudnya lem bagian atas terlebih dahulu posisikan sarangan dlm posisi berdiri. setelah lem bagian atas kering, baru deh lem yang bagian bawah. dengan begitu bros kita akan aman dari aliran lem yg bisa merusak kecantikannya...dan pastinya akan jadi lebih rapi lho....

Silahkan di coba... semoga berguna

PS : bahan bisa di dapatka di http://fillyawie.multiply.com







Thursday, March 15, 2012

Membuat bros capung.


Membuat bros capung terbang (free tutorial how to make dragonfly brooch)
Assalammualaikum

Dear friends ... at this post I want to share another brooch tutorial.after I posted my 1st brooch (bros bunga dari manik pasir), now I want to share how to make brooch with a different technique and material.

I make this Tuts in Bahasa....for those who want to know the details in English please e-mail me at nurcahya_dewi@yahoo.com.

Bahan dan peralatan

1.  Sarangan bros ukuran 2 cm
2.  Manik daun sintetis ukuran 2,5 cm untuk sayap capung
3.  Manik daun ukuran 0.5cm
4.  Manik mutiara sintetis 8mm untuk kepala capung
5.  Manik mutiara sintetis 6mm untuk badan capung
6.  Manik mutiara ukuran 2mm untuk antenna capung
7.  Manik oval untuk bagian belakang badan capung
8.  Manik oval/tabung ukuran 0,5cm untuk kaki capung
9.  Kawat ukuran 0.4 mm
10. Pliers

langkah 1

Potong kawat sepanjang 40-50cm.Masukan kawat dari bagian bawah sarangan bros,sisakan 2-2,5 cm di bawah sarangan.kawat di masukan ke lobang di baris ke 3 dari sarangan (lihat gambar). Tahan sisa kawat yang kita sisakan di bawah sarangan dengan jari,kemudian mulai  menjahit kawat ke lobang terdekat, ketika posisi kawat sudah berada di bawah sarangan (lihat gambar selanjutnya)

 

Setelah posisi kawat ada di bawah sarangan,masukan kembali kawat ke lubang pertama tempat kita memasukan kawat pertama kali.Sehingga ketika kita akan memulai menjahit manik2 kawat tidak akan bergeser atau longgar.Jangan lupa untuk memilin kawat yang sengaja kita sisakan di bawah sarangan.maka kita siap mejahit manik-manik.

Langkah ke 2

Jahit  manik2 daun akrilik yang akan di gunakan sebagai sayap melalui ujung kawat,masukan kembali kawat ke dalam lubang terdekat.tarik dengan cukup kuat sambil posisikan ibu jari menahan manik daun.ulangi sekali lagi agar posisi daun cukup kuat terpasang di atas sarangan atau tidak goyang2

Setelah satu sayap terpasang,lanjutkan menjahit manik daun yang ke dua tepat di lubang sebelah nya, lakukan 2 kali penjahitan hingga posisi ke dua daun kokoh terpasang di sarangan ( lihat gambar).

tips: Jika teman2 ingin mengencangkan jahitan manik2 caranya jahit manik2 dengan kawat  sebanyak 2 kali.Jahitan yang ke dua pastikan dilakukan dr arah yg berbeda, sehingga manik2 akan terpasang dengan kuat.(perhatikan gambar di atas yach teman2)

Langkah ke 3

sayap terpasang, kita lanjutkan dengan menjahit kepala capung. Gunakan manik mutiara ukuran 8mm di ujung sarangan tepat di bawah sayap capung (lihat gambar)

setelah kepala terpasang lanjutkan dengan badannya. Jahit manik2 mutiara jeruk 0.6mm tepat di belakang kepala capung.pasang 3 buah manik 0.6mm memanjang mengikuti lubang2 yang tersisa di sarangan ( lihat gambar).

setelah 3 buah manik2 ukuran 0.6 mm terpasang,untuk fisnishingnya lanjutkan pemasangan manik 0.6mm dan mutiara oval secara bersamaan (lihat gambar)

cara pemasangannya , setelah kita memasukan manik 0.6mm dan oval, masukan ujung kawat ke manik2 yang berada di urutan ke3 dr badab capung, setelah masuk ke badan capung baru masukan manik2 ke dalam sarangan untuk menguncinya.lalu kemudian plintir kawat dr 2 manik2 tsb agar posisi manik terpasang lebih kencang.

Nah... setelah kepala dan badannya terpasang ...jadinya kaya gini ya teman2..

langkah ke 4

untuk menutupi kekosongan yang ada di antara badan dan sayang capung, kita pasang manik2 daun dengan ukuran 0.5cm di area tsb.setelah terpasang dorong badan capung menggunakan ibu jari ke arah atas, mendekati sayap.nah kaya gini nich jadinya (lihat gambar)

Sekarang giliran kita pasang kaki capungnya (memang capung punya kaki berapa yach ... he he he )...
pasang manik oval ukuran 0.5cm tepat di bawah manik2 0.6mm sebanyak 3 buah.

Nah setelah jadi seperti ini...kita tinggal pasang antena capungnya.

Pasang antena capung tepat di atas kepala, gunakan lubang yang masih tersisa di sarangan.jika lubang sudah terpakai semua, kita bisa menggunakan lubang sarangan yg kita pakai untuk memasang kepala.Cara memasangnya, masukan manik2 0.2mm ke dalam kawat, ketika kawat akan di tarik ke dalam sarangan bros. Sisakan 0,5-1cm dari kawat. Kemudian plintir kawat tsb dengan sempurna.Ulangi satu kali lagi.

Nah kurang lebih seperti ini nich jadinya... si capung yang sedang terbang...
mudah bukan teman2...

Langkah ke 5

langkah terakhir ... adalah memasang bagian belakang bros alias penitinya. FYI, tuk teman2 yang biasa menggunakan sarangan bros dengan klep, itu mudah bgt tinggal mengunci klepdan sarangan dengan tang datar di belakang bros.
Sedangkan jikan teman2 tidak mendapatkan sarangan bros yang dengan penutup ber klep. Jangan panik...cukup gunakan bantuan lem untuk mengunci sarangan dengan penitinya.
Lem yang di gunakan lem apa? bisa lem tembak...atau lem besi. tuk lem besi dengnan catatan ... menggunakannya harus hati2 (karena kalau kena tangan bisa bahaya lho!)...mengelem nya dengan sabar bgt.
maksudnya lem bagian atas terlebih dahulu posisikan sarangan dlm posisi berdiri. setelah lem bagian atas kering, baru deh lem yang bagian bawah. dengan begitu bros kita akan aman dari aliran lem yg bisa merusak kecantikannya...dan pastinya akan jadi lebih rapi lho.







Tips agar kawat bros tidak lecet.

Tips dan trik agar kawat bros tidak lecet

Ini adalah salah bros handmade yang dibuat dengan menggunakan kawat ukuran 0.4 mm, 0.3 mm dan 0.6 mm..  Setiap ukuran memiliki fungsinya masing2. Khusus utk kawat ukuran 0.4 biasanya digunakan utk menjahit manik manik kedalam sarangan.  Selain lentur, kawat ukuran 0.4 tidak terlalu tebal seperti 0.5 sehingga penjahitan manik2 bisa diulang hingga 3-4 kali jahitan.  Sedangkan kawat ukuran 0.3 digunakan utk membuat tangkai.  Tips dan trik agar kawat bros tidak lecet terkena sentuhan tang salah satunya adalah dengan melapisi tang plintir atau yg lebih dikenal dengan “round nose plier” dengan menggunakan selotip.  Pelapisan tang dilakukan utk 1 x pembuatan bros.  Jika ingin membuat bros lagi, buang selotip yang lama dan lakukan pelapisan berikutnya gar hasil yang didapat lebih maksimal.

Biasanya semakin lama digunakan tang akan semakin berkarat dan tidak lancar dalam melakukan tugasnya.  Untuk itu lakukan pelumuran dibagian engsel tang dengan menggunakan minyak goreng.  Gerakkan tang membuka dan menutup berulangkali hingga kembali lancar seperti sediakala. Nah, dua tips diatas akan sangat membantu anda agar bros yang dibuat memberikan hasil yang maksimal.

Semakin penasaran bagaimana cara membuat bros handmade yang cantik, kuat dan menarik? perhiasan cantik siap membantu anda untuk membuat bros handmade sampai bisa kunjungi paket murahnya disini

Selamat berkarya dan ciptakan kreasi perhiasan sesukamu. Tetap semangat!!